Can I through this…
20/03/2007 10.35 PM
Wajar kalau kau bilang kau tak mengerti, bahkan aku pun tak mengerti diriku sendiri.
>> part one: [Dunia tanpa kata]
Kenapa judulnya dunia tanpa kata? Krn mlm ini aku sdang memikirkan betapa pentingnya komunikasi. Betapa pentingnya langsung menyelesaikan masalah tanpa berlama-lama menyemai prasangka. Dan mlm ini ada seseorang yg membuatku jengkel krn entah kenapa kami tak pernah bisa saling mengungkapkan masalah dengan baik. Padahal bisa ngomong. Padahal ngambek2an ky gini gak akan penting lagi seandainya terjadi sesuatu pada salah satu dari kami. Sesulit itukah untuk bicara? Kenapa malah memilih untuk memposisikan diri dalam posisi orang tertindas? Tiba-tiba saja aku jd orang yg begitu jahat tanpa punya kesempatan untuk membela diri atau sekedar mengerti di mana letak kesalahanku. There’s only silence. And hate is in the air… kenapa nggak mensyukuri kemampuan yg lo miliki buat berkata-kata? Tanpa diskusi pikiran gw mati terkungkung fanatisme sendiri. Tanpa membaca, apa jadinya manusia… kata marcos kan, kata adalah senjata… hehehe.
Seperti perbincanganku sndiri,
“Dat, bayangin kalo dunia tanpa kata.”
“Mungkin gw yg pertama mati. Krn tanpa nulis, gw pasti udah gila dari dulu. Dan kalo gw mati, lo juga mati”.
Sbenernya knapa ada [part one] ini krn gw jg pgn nulis bukan cm ttg kehidupan prcntaan gw aja. Alah… yah, sdkit cuplikan di sini dan cerita2 ringan disana. Krn dari cerita2 itu hari gw tersusun, dan dr hari2 itu hidup gw terbentuk. Hmmm, jadi sekarang lagi pada rapat konsolidasi kabinet di villa, gak tau villa sebelah mana. G bs ikut euy, ada tugas yg msti dislesein. Klarifikasi kasus penamparan itu katanya lancar. Butuh saksi aja. Siaplah, kalo mau.
Ah, lirik2 Homicide emang dahsyat. So powerful. Pilihan katanya luar biasa. Senang…. Jadi ceritanya lg bingung mo ngerjain tugas potongan rumah ni. Blum ngrjain laporan milking juga. Tp aku mulai semangat kuliah lg, stlh smpt chaos kmaren. Lama. Saatnya bangkit dari kubur dan menuntut balas…hehe… Eh tadi ada diskusi ttg kartini gt…mengingat besok tgl 21. Lebih ke biografinya sih. Yang ngasi Laras. Haduh, jd inget musti bikin tulisan ttg hari bumi jg. Smangat lah!
Ada kelinci angora nyasar di kebun kosan kita. Putih bgt. Dikasi nama ‘pong2’ sama anak2. smoga gak ada yg ngaku kehilangan, biar bisa kita piara. hihihi
Sudah sudah… nulis mulu gak ada habisnya….hhh…
>> part two: [the undefined]
“ Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada…”
-Sapardi Joko Damono-
message status: delivered
[mungkin akan jadi pesan terakhir yg kukirim padamu…]
Jelas sudah semuanya. Smua kemarahanku, kebencianku, kekecewaanku; Kamu adalah orang paling jujur yg pernah kukenal. Meskipun untuk kejujuranmu itu harga yg harus dibayar sangatlah mahal.. Tapi ada hal-hal yang takkan pernah terlengkapi, takkan pernah terjawab dengan pasti, dan seperti yg kubilang kemarin, apa yg kamu mau dan apa yg kumau bnr2 nggak ada nyambung2nya. Jadi biarkan saja perasaan itu menemukan bentuknya sendiri. Lepas dari keras kepalamu, lepas dari romantisme-berlebihan-ku, lepas dari ke-egoisan kita berdua…biarkan dia menemukan bentuknya sendiri. Tanpa ikatan, tanpa didefinisikan, tanpa tuntutan, tanpa ukuran2 yang kadang mengungkungnya dalam keterpaksaan yg munafik. Sederhana, apa adanya. …Semua dimulai ketika kemarin malam aku benar2 merasa ini semua konyol. Praduga2 tak jelas yg terus menjamur, padahal menyelesaikannya bahkan tak memakan waktu sampai sejam. Jadi kuputuskan untuk berinisiatif menuntut penjelasan. Dan aku mendapatkannya. Semua rasa sakit itu pelan-pelan mereda. Dengan sedikit memutar otak demi menerima cara pandangmu yang luar biasa lugas. Lalu kalau kau masih merasa brengsek, tenang saja, aku nggak berpikir sprti itu. Standar brengsek-ku lebih tinggi lagi. Kau masih tll baik. Masalahnya adalah, aku capek dgn keadaan spt ini. Kalau kemarin kamu mengaku salah dan merasa bahwa mengajukan pembelaan hanyalah tindakan seorang pengecut, maka aku juga mengaku salah. Maaf, aku mungkin bahkan lebih pengecut daripada kamu. Aku tidak siap menerima kenyataan kalau kamu bnr2 sayang sm aku. Aku bahkan tak tau apa ‘sayang’ dalam definisiku itu cuma buatmu. Aku tak berhak meminta apapun. Dan aku tak mau memberi apa yang kau cari. Maaf, aku terlalu rumit untuk dicintai… karena itu aku pergi.
Once, the twin dragon talk about what they really want
"jadi yg skarang lo jg gak mau? Kalo seandainya yg sebelum ini suka sm lo, kita mo gmn?”
… nggak tau
“ lhoh, jd maunya gmn?”
Gak tau. Gak terlalu pgn ada yg suka mskpn gw jg suka dia. Gak pgn status. Gak pgn yg aneh2. Diprhatiin mungkin msh mau. As a friend jg g mslh. Gw gak mau ada yg tergantung sm gw gara2 bgituan. Gak mau tergantung sm orang. Gak mau jd bego gara2 suka sama orang.
“ya udah lo suka sm gw aja. Gak akan jd bego kok”
Sip2.
…
-pada suatu masa-
Ketika itu…
tidaklah mungkin untuk bercinta,
karena cinta belum punya wujud untuk disetubuhi.
karena cinta lebih dulu ada
sebelum ilusi fisik pergumulan seksual dikenal oleh manusia.
Seandainya kubilang kalau; hasrat itu memperbudakmu,
chemistry itu cuma hormon yg mengalir dlm darahmu,
dan peduli setan sama wangimu yg menjejali otakku dengan rindu…
apa yg bisa kau lakukan?
Kalau kau mampu tertawa sepertiku saat melihat semua lelucon ini,
maka datanglah padaku sekali lagi…
mari kita berbincang, dengan bahasa yg sama
Bukan untuk memulai atau mengakhiri sesuatu
Karena kau pasti tau
untuk menjadi bahagia
mestinya tak semahal ini harganya…
[naga_kembar]
Malam akan kembali sunyi. Pergantian hari takkan menyibukkan kita lagi. Meskipun aku tak mau, aku harus berhenti.

Comments