perempuan ini mengutuk
terkutuklah, terkutuklah cinta
ketika dia mengambilmu dariku
ketika untuknya, kau lupakan semua yang pernah kita punya
terkutuklah, terkutuklah cinta
ketika hatimu dibuatnya begitu sakit saat kubilang--tidak.
ketika semua itu membuatmu harus mengusirku dari kehidupanmu
...kupikir, diskusi-diskusi panjang kita cukup bermakna juga buatmu
kupikir, hargaku sebagai manusia lebih dari ini buatmu
dan kupikir aku sudah cukup mengenalmu...
tapi ternyata buatmu aku cuma 'perempuan' saja
lepas dari pemikiran-pemikiranku
lepas dari rasa ingin tauku
terkutuklah cinta
yang membuatmu tak bisa melihatku seutuhnya...
tak bisakah kita terus berdiskusi seperti biasa?
untuk seorang kawan di salatiga
yg tlah menjadi guruku, kakakku, teman diskusiku, serta pengkritik yang luar biasa.
with all respect to ur decision
lalu waktu kutulis puisi ini...
padahal aku tak sebenci itu sama yg namanya cinta
tapi waktu kejadian seperti ini menimpaku, aku berpikir,
Tuhan pasti sangat membenciku...
mengambil satu orang lagi dari hidupku.
kenapa manusia bs setega itu? setelah semuanya...apa mereka tak bisa mengingat apa yg kuingat?
dan sekarang pulang tak terlalu istimewa lg buatku. tak ada diskusi2 menghujat pemerintahan lagi. tak ada cerita2 ttg gerakan lagi. demi tuhan, memangnya urusan cinta se-penting itu y? sampai bikin kalian mengabaikan manusianya? hei, sbnernya I'm not that cold. tp apa kita musti kehilangan empati sm org laen ketika kita jatuh cinta? lalu sbenernya definisi mencintai itu apa? diperbudak hormon? atau kehilangan logika?
ah, I know I sounds terrible
kupikir aku tau kenapa. stlh banyak orang yg kusayangi jadi benar2 bodoh ketika jatuh cinta. ketika aku jadi begitu bodoh. ketika manusia bisa jadi- benar2 bodoh.
padahal hari ini aku masih menjaga harapanku tetap ada...meskipun tak ada jaminan apa-apa
p.s. kok labkom isinya cuma gw doang y?
balik ah. serem.

Recent Comments