« October 2006 | Main | December 2006 »

November 27, 2006

hujan....and happy hunting

hujan mengguyur kampusku...halaman kost-ku, dan seluruh polutan di udara yg kuhirup. aku sangat menyukai hujan...baunya saat menyentuh tanah kering. dan terbawa angin, sejuk dan menenangkan. mengingatnya lagi saja membuatku ingin terus memejamkan mata. dan sekarang saatnya bercerita tentang beberapa hal yg menimpaku kemaren. sakit, cukup parah sampai entah berapa jenis obat yg harus kutelan untuk penyakit2 yg berbeda. hanya dalam seminggu. dokternya aja ampe males gt...hehe. gak bisa ikut LKO. makan dimutahin lagi. tidur bangun2 terus. mandi masuk angin. jadi musti ngapainnnn????? bingung kan? dan aku tiba2 begitu membenci dengung komputer. benci lampu. benci bunyi2an. dan jadilah aku seonggok manusia tak berguna... entah berapa tugas terbengkalai. entah berapa acara kutinggalkan. aku benar2 merasa bukan apa-apa. lalu tiba2 ingt punya byk tmn. dan seorang ibu yg meskipun jauh, masih saja sempat memikirkan aku yg tak berguna ini. dan aku hubungi mereka. dan aku dapat dukungannya, dan aku kembali jadi manusia. haha.... teman2ku suka pada aneh. ada yg nyuruh baca buku matrek biar tidur, ibuk mo ngirimin rempah2 dr salatiga, malah ada tmn gerakan yg nanya kabar bentar trus ngomongin yg gak nyambung jam stgh 3 pagi. jadi kepikiran tentang sseorang. kadang aku begitu menginginkan untuk memiliki orang itu. tapi ketika ia menginginkanku, aku jadi nggak selera. kok tiba2 ke-wibawaan-nya berantakan begitu saja. tapi bukan salahnya kan, kalau lantas jadi suka? dasar akunya yg aneh. Happy hunting. kalo ud dpt mah bodo. lepasin. hehe.
hujan....hujan....suka sekali bau hujan....
seperti ada emosi yg terlarut di sana...
di mana-mana...
mengalir dan membawa sesuatu

aku mulai membaik sekarang
ujian akhir semester sedikit berkurang 'rasa' mengerikannya
kucoba yg terbaik yg aku bisa ya, sisanya faktor x
aku pgn pulang membawa satu kebanggaan
ingin waktu pulang tiap detikku terasa lebih manis krn telah usai semua perjuangan
ingin pulang...
ingin pulang?
kenapa?
karena siapa?
untuk apa lagi?
pulang...pulang saja...
jangan tanya aku
aku juga belum mampu mengatasi perasaanku
sekelebat ikalnya
sekilas bayang langkahnya
sekali kudengar kata-katanya tentang gerakan2 anarki itu
tapi kupejamkan mata dan semua menghilang
masih saja kumainkan di jari, lingkaran perak pemberianmu
dan kau pikir ini semua mudah buatku?
kalaupun aku masih bisa memilih...
kalau memang sadar rasa tersiksa ini karena apa
lalu harusnya sudah kuhentikan sejak lama
terkutuklah semua ini
aku muak harus menyakiti
aku muak
dan kau bercerita seolah aku mudah saja menjalaninya
kau pikir aku sekuat apa?
sekuat apa?

hujan...hujan...hujan tumpah di mana-mana...
di hatiku tak ada tempat lagi sejak dulu...
hatiku yg selalu gerimis menatapmu
hatiku yg lelah digelayuti mendung menunggumu
hujan tumpah di mana-mana...
tapi tidak lagi di sini
tidak boleh lagi
setelah sekian lama, setelah semuanya


...and the rain begin to falls arround You...as the sadness...

November 02, 2006

epilog on the road

aduh, sulitnya mikir mo nulis apa...
dari semalam, pulang dari menyelesaikan bbrapa masalah dan terus kepikiran. sedih bukan kata yg tepat nampaknya, it's more complicated. tapi memang terasa ada yg hilang.
OK, I need to write.

'kehilangan' adalah kata yg rumit
kulipat sudah lembar cerita kita
pernah kau bilang, kita berjalan maju bukan untuk mundur
selabil apapun aku sekarang...hidup harus terus berjalan
entah apa yg akan terjadi pada kita besok
-yg jelas, kamu akan selalu jadi kekuatanku
sama ketika kita melewati tahun-tahun sulit itu
hingga hari ini. kepercayaanmu selalu menguatkanku.
ketika seluruh dunia berbalik dan meninggalkanku, aku tau kau masih percaya
kau selalu di sana...
dan begitulah cerita ini diakhiri
aku dengan kehidupanku,
kamu dengan kehidupanmu.
Hidup ini aneh
benar-benar aneh...
dulu...aku rela kehilangan segalanya asal bukan kamu
tapi sekarang kulepaskan begitu saja
getaran yg selalu membuatku ingin terpejam, kini harus kulupakan
Bahagialah kau di sana..
mulai sekarang semua takkan sama lagi untuk kita.

Lihatlah, kita terus berubah jadi lebih dewasa
terima kasih telah datang dalam kehidupanku
terima kasih banyak...